"Katakanlah: Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan tiada aku termasuk di antara orang-orang yang musyrik" (QS Yusuf:108)

28 January, 2009

Sepuluh Perkara Pembatal Keislaman kita

PERKARA-PERKARA YANG MEMBATALKAN
KEISLAMAN

Segala puji bagi Allah (Subhanahu wa Ta’ala), Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada nabi yang terahir Muhammad (Shalallahu 'alaihi Wassalam), para keluarga dan para Sahabat beliau, serta kepada orang- orang yang setia mengikuti petunjuk beliau.

Selanjutnya : ketahuilah, wahai saudaraku kaum muslimin, bahwa Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah mewajibkan kepada seluruh hamba – hambaNya untuk masuk ke dalam agama Islam dan berpegang teguh denganya serta berhati –hati untuk tidak menyimpang darinya.

Allah juga telah mengutus NabiNya Muhammad (Shalallahu 'alaihi Wassalam) untuk berdakwah ke dalam perkara ini, dan memberitahukan bahawa barangsiapa bersedia mengikutinya akan mendapatkan petunjuk dan barangsiapa yang menolaknya akan sesat.

Allah juga mengingatkan dalam banyak ayat- ayat Al-Qur’an untuk menghindari sebab- sebab kemurtadan, segala macam kemusyrikan dan kekafiran.

Para ulama rahimahumullah telah menyebutkan dalam bab hukum kemurtadan, bahawa seorang muslim boleh di anggap murtad ( keluar dari agama Islam) dengan berbagai macam perkara yang membatalkan keislaman, yang menyebabkan halal darah dan hartanya dan di anggap keluar dari agama Islam.

Yang paling berbahaya dan yang paling banyak terjadi ada sepuluh (10) perkara, yang di sebutkan oleh Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para ulama lainnya, dan kami sebutkan secara ringkas, dengan sedikit tambahan penjelasan untuk anda, agar anda dan orang – orang selain anda berhati hati dari hal ini, dengan harapan dapat selamat dan terbebas darinya.

Pertama:

Diantara sepuluh hal yang membatalkan keislaman tersebut adalah mempersekutukan Allah (Subhanahu wa Ta’ala) ( syirik ) dalam beribadah.
Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman:

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن
يَشَاء وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيدًا

"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu, dan akan mengampunkan yang lain daripada kesalahan itu bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya; dan sesiapa yang mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang sejauh-jauhnya." (Surah An-Nisaa': 116)

Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman:

حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

"Maka sesungguhnya Allah haramkan kepadanya Syurga, dan tempat kembalinya ialah neraka; dan tiadalah seorang penolong pun bagi orang yang berlaku zalim." ( Surah Maidah: 72)

Dan di antara perbuatan kemusyrikan tersebut adalah ; meminta do’a dan pertolongan kepada orang- orang yang telah mati, bernadzar dan menyembelih korban untuk mereka.

Kedua:

Menjadikan sesuatu sebagai perantara antara dirinya dengan Allah (Subhanahu wa Ta’ala), meminta do’a dan syafaat serta bertawakkal ( berserah diri ) kepada perantara tersebut.

Orang yang melakukan hal itu, menurut ijma’ ulama ( kesepakatan) para ulama, adalah kafir.

Ketiga :

Tidak menganggap kafir orang-orang musyrik, atau ragu atas kekafiran mereka, atau membenarkan konsep mereka. Orang yang demikian ini adalah kafir.

Keempat:

Berkeyakinan bahwa tuntunan selain tuntunan Nabi Muhammad (Shalallahu 'alaihi Wassalam) lebih sempurna, atau berkeyakinan bahwa hukum selain dari beliau lebih baik, seperti ; mereka yang mengutamakan aturan - aturan thaghut (aturan – aturan manusia yang melampaui batas serta menyimpang dari hukum Allah ), dan mengesampingkan hukum Rasulullah (Shalallahu 'alaihi Wassalam) , maka orang yang berkeyakinan demikian adalah kafir.

Kelima :

Membenci sesuatu yang telah ditetapkan oleh Rasulullah (Shalallahu 'alaihi Wassalam), meskipun ia sendiri mengamalkannya. Orang yang sedemikian ini adalah kafir. Karena Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah berfirman :

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

"Demikian itu kerana sesungguhnya mereka tidak menyukai apa yang diturunkan oleh Allah, lalu Allah menggugurkan amal-amal mereka. " (Surah Muhammad: 9)

Keenam:

Memperolok–olok sesuatu dari ajaran Rasulullah (Shalallahu 'alaihi Wassalam), atau memperolok – olok pahala maupun siksaan yang telah menjadi ketetapan agama Allah (Subhanahu wa Ta’ala), maka orang yang demikian menjadi kafir, karena Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah berfirman :

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللّهِ

وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِؤُونَ

Dan jika engkau bertanya kepada mereka, tentulah mereka akan menjawab: Sesungguhnya kami hanyalah berbual dan bermain-main.Katakanlah: Patutkah nama Allah dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu perolok-olokkan? (Surah At-Taubah: 65)

لاَ تَعْتَذِرُواْ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن طَآئِفَةٍ
مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَآئِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُواْ مُجْرِمِينَ

Janganlah kamu berdalih, kerana sesungguhnya kamu telah kufur sesudah kamu beriman. Jika Kami maafkan segolongan dari kamu, maka Kami akan menyeksa puak yang lain, kerana mereka adalah orang yang terus bersalah. (Surah At-Taubah: 66)

Ketujuh :

Sihir di antaranya adalah ilmu guna-guna yang merubah kecintaan seorang suami terhadap isterinya menjadi kebencian, atau yang menjadikan seseorang mencintai orang lain, atau sesuatu yang di bencinya dengan cara syaitani dan orang yang melakukan hal itu adalah kafir, karena Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah berfirman :

وَلَكِنَّ الشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ

"Akan tetapi syaitan itulah yang kafir; kerana merekalah yang mengajarkan manusia ilmu sihir dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat" (Surah Al Baqarah: 102)

Kelapan:

Membantu dan menolong orang – orang musyrik untuk memusuhi kaum muslimin. Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى
أَوْلِيَاء بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ
مِنْهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

"Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman, kerana setengah mereka menjadi teman kepada setengahnya yang lain; dan sesiapa di antara kamu yang menjadikan mereka temannya, maka sesungguhnya ia adalah dari golongan mereka itu. Sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada kamu yang berlaku zalim." (surah Maidah: 51)

Kesembilan:

Berkeyakinan bahwa sebagian manusia diperbolehkan tidak mengikuti syari’at Nabi Muhammad (Shalallahu 'alaihi Wassalam) , maka yang berkeyakinan seperti ini adalah kafir.

Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman :

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan sesiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka tidak akan diterima daripadanya, dan ia pada hari Akhirat kelak dari orang yang rugi. (Surah Ali-"Imran: 85)

Kesepuluh :

Berpaling dari ِِAgama Allah (Subhanahu wa Ta’ala); dengan tanpa mempelajari dan tanpa melaksanakan ajarannya.

Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman :

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا
مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنتَقِمُونَ

"Dan tidaklah ada yang lebih zalim daripada orang yang diberi ingat dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya, sesungguhnya Kami tetap membalas orang yang tidak berdosa (apa lagi orang yang zalim).( Surah As-Sajdah: 22)

Termasuk dalam nomor empat :

Orang yang berkeyakinan bahawa aturan- aturan dan perundang – undangan yang diciptakan manusia lebih utama dari pada syariat Islam, atau bahwa syariat Islam tidak tepat untuk diterapkan pada abad ke dua puluh ini, atau berkeyakinan bahwa Islam adalah sebab kemunduran kaum muslimin, atau berkeyakinan bahwa Islam itu terbatas dalam mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya saja, dan tidak mengatur urusan kehidupan yang lain.

Juga orang yang berpendapat bahwa melaksanakan hukum Allah Ta'ala dan memotong tangan pencuri, atau merajam pelaku zina ( muhsan) yang telah kawin tidak sesuai lagi di masa kini.

Demikian juga orang yang berkeyakinan diperbolehkannya pengetrapan hukum selain hukum Allah (Subhanahu wa Ta’ala) dalam segi mu’amalat syar’iyyah, seperti perdagangan, sewa menyewa, pinjam meminjam, dan lain sebagainya, atau dalam menentukan hukum pidana, atau lain-lainnya, sekalipun tidak disertai dangan keyakinan bahwa hukum- hukum tersebut lebih utama dari pada syariat Islam.

Karena dengan demikian ia telah menghalalkan apa yang telah diharamkan oleh Allah (Subhanahu wa Ta’ala) , menurut kesepakatan para ulama’. Sedangkan setiap orang yang telah menghalalkan apa yang sudah jelas dan tegas diharamkan oleh Allah (Subhanahu wa Ta’ala) dalam agama, seperti zina, minum arak, riba dan penggunaan perundang- undangan selain Syariat Allah (Subhanahu wa Ta’ala), maka ia adalah kafir, merurut kesepakatan para umat Islam.

Kami mohon kepada Allah (Subhanahu wa Ta’ala) agar memberi taufiq kepada kita semua untuk setiap hal yang di readhai Nya, dan memberi petunjuk kepada kita dan kepada seluruh umat Islam jalannya yang lurus. Sesungguhnya Allah (Subhanahu wa Ta’ala) adalah Maha Mendengar dan maha Dekat. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad (Shalallahu 'alaihi Wassalam), kepada para keluarga dan para shahabat beliau.

(Dinukil dari kitab نواقض الإسلام oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz)

Edit/Penyunting: HAR

18 January, 2009

Berjihad Dengan Israel Dan Amerika ialah Fardhu Ain bagi Setiap Muslim

Kewajipan berjihad menentang israel dan kezaliman mereka serta memerangi musuh Islam seperti Amerika dan negara -negara kuffar ialah satu kewajipan yang wajib ke atas setiap individu umat islam tanpa perlu diperbincangkan lagi.


Imam Ibnu Taimiyyah berkata : "Jika musuh hendak menyerang kaum muslimin, maka menolak musuh itu menjadi wajib atas semua orang yang menjadi sasaran musuh dan atas orang-orang yang tidak dijadikan sasaran mereka.

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلّه فَإِنِ انتَهَوْاْ فَإِنَّ اللّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

"Dan perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah, dan (sehingga) menjadilah agama itu seluruhnya (bebas) bagi Allah semata-mata.Kemudian jika mereka berhenti (dari kekufurannya), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat akan apa yang mereka kerjakan. " (Surah Al-Anfaal:39)

Menjadi kewajipan bagi setiap muslimin tua dan muda baik yang mampu atau tidak untuk keluar berjihad menentang musuh-musuh Allah dan menyerang kedudukan mereka, kekuatan mereka dan menghancurkan segala kemampuan mereka sehingga terhapus kezaliman mereka dan terbunuh semuanya musuh Allah dan tiadalah yang tertegak di muka bumi melainkan agama yang diredhai Allah iaitu Islam.

Ar Ramli (Dari Mazhab Syafi'i) mengatakan : "Maka jika musuh telah masuk kedalam suatu negeri kita dan jarak antara kita dengan musuh kurang daripada jarak qashar sholat, maka penduduk negeri tersebut wajib mempertahankannya, hatta (walaupun) orang-orang yang tidak dibebani kewajiban jihad seperti orang-orang fakir, anak-anak, hamba sahaya dan perempuan."

Ibnu Qudamah (dari Mazhab Hambali) mengatakan :"Jihad menjadi fardu 'ain didalam 3 keadaan:

a. Apabila kedua pasukan telah bertemu dan saling berhadapan.

b. Apabila orang kafir telah masuk (menyerang) suatu negeri (diantara negeri negeri Islam), Jihad menjadi fardu ain atas penduduknya untuk memerangi orang kafir tsb dan menolak mereka.

c. Apabila Imam telah memerintahkan perang kepada suatu kaum, maka kaum tsb wajib berangkat.

Hendaklah golongan ahlul sunnah wal jamaah dan mereka yang mengikuti Al-Qur'an dan sunnah menyedari bahawa telah jatuh hukum wajib berjihad dan tidaklah tertunai kewajipan jihad itu dengan berdemonstrasi dan menandatangani memorandum dan bantahan terhadap musuh-musuh Allah sebaliknya terlaksana jihad itu apabila mengangkat senjata dan membunuh musuh-musuh Allah dan menumpahkan darah mereka ke bumi Allah.

Sabda rasulullah : "Barangsiapa yang mati sedangkan ia tidak berperang, dan tidak tergerak hatinya untuk berperang, maka dia mati diatas satu cabang kemunafikan." (HR Muslim, Abu Daud, Nasai, Ahmad, Abu Awanah dan Baihaqi)

Sabda rasulullah lagi : "Sesiapa yang tidak berperang atau tidak membantu persiapan orang yang berperang, atau tidak menjaga keluarga orang yang hendak berperang dengan baik, nescaya Allah timpakan kepadanya kegoncangan." Yazid bin Abdu Rabbihi berkata : "Didalam hadith yang diriwayatkan ada perkataan "sebelum hari qiamat." (HR Abu Daud, Ibnu Majah, Darimi, Tabrani, Baihaqi dan Ibnu Asakir).

Firman Allah subhanahu wa Ta'ala:

لاَّ يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُوْلِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فَضَّلَ

اللّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً وَكُلاًّ وَعَدَ اللّهُ الْحُسْنَى وَفَضَّلَ اللّهُ

الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

"Tidaklah sama keadaan orang yang duduk (tidak turut berperang) dari kalangan orang yang beriman selain daripada orang yang keuzuran dengan orang yang berjihad (berjuang) di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan orang yang berjuang dengan harta benda dan jiwa mereka atas orang yang tinggal duduk dengan kelebihan satu darjat. Dan tiap-tiap satu Allah menjanjikan dengan balasan yang baik (Syurga), dan dilebihkan Allah akan orang yang berjuang atas orang-orang yang tinggal duduk (tidak turut berperang dan tidak ada sesuatu uzur) dengan pahala yang amat besar." (Surah An-Nisaa':95)

Menentang musuh-musuh Allah khasnya Israel dan Amerika merupakan kewjaipan ke atas setiap umat Islam Malaysia dan ianya dilakukan dengan perjuangan bersenjata dan pertumpahan darah terhadap musuh Allah bukannya dengan berdemonstrasi dan menandatangani surat bantahan.

Sabda nabi Muhammad saw :

"Perangilah orang-orang musyrik itu dengan hartamu, diri dan lisanmu."(Abu Daud, An Nasa'i, Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim, Baihaqi, Baghawi dan Ibnu Asakir dari Anas ra)

Beliau bertanya lagi : "Apakah Jihad itu? Baginda menjawab: "Engkau perangi orang-orang kafir jika engkau menjumpai mereka dimedan perang." Dia bertanya lagi : "Jihad macam mana yang paling utama?" Baginda menjawab : "Sesiapa yang dilukai anggota badannya dan dialirkan darahnya." (HR Ahmad)

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

قَاتِلُواْ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلاَ بِالْيَوْمِ الآخِرِ وَلاَ يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللّهُ وَرَسُولُهُ وَلاَ يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ

مِنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُواْ الْجِزْيَةَ عَن يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ

"Perangilah orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dan tidak beragama dengan agama yang benar dari orang yang diberikan Kitab, sehingga mereka membayar Jizyah dengan taat dan merendah diri." (Surah At-Taubah:29)


Marilah berjihad menentang musuh-musuh Allah dan bersama dengan kelompok mujahidin dan pembela agamanya dari kalangan ahlul sunnah wal jamaah dan jauhilah dari firqah-firqah sesat dan menetaplah diri bersama kumpulan salaf soleh yang berpegang teguh kepada Allah dan rasul dengan pertunjuk yang selamat dan manhaj yang terpelihara.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا

بِالآخِرَةِ وَمَن يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَيُقْتَلْ أَو يَغْلِبْ

فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا


"Oleh itu, orang yang mengutamakan kebahagiaan akhirat daripada kehidupan dunia, hendaklah mereka berperang di jalan Allah. Dan sesiapa yang berperang pada jalan Allah lalu ia mati (gugur Syahid) atau beroleh kemenangan, maka Kami akan memberi kepadanya pahala yang besar." (Surah An-Nisaa':74)

Kepada sesiapa yang ingin berjihad menentang Israel dan Amerika dia boleh melakukannya ketika waktu ini dengan tanpa memerlukan izin pemerintah, tanpa memerlukan izin ibubapa dan tanpa memerlukan izin daripada walinya dan bahkan dia boleh melakukan musafir secara sembunyi dan menuju ke tempat-tempat wujudnya musuh-musuh Allah dengan bekalan zakat dari umat Islam.

Cumanya adalah dinasihatkan merujuk kepada fatwa ulama setempat dan merujuk serta mendapatkan maklumat sebenar tentang peranan yang boleh dimainkan dan apakah kewajaran yang perlu dilakukan sebelum melakukan musafir secara membuta tuli tanpa persiapan.

Hendaklah diketahui teerlebih dahulu di manakah kedudukan musuh, bagaimana cara menghadapi mereka, siapakah yang bergelar musuh, di manakah sasaran yang wajar, cara untuk melakukan musafir dan bagaimanakah peranan yang perlu dimainkan dan siapakah yang perlu diberi ketaatan dan wala serta sokongan.

Oleh itu sebelum berangkat ke medan jihad pastikan anda telah dengan semua hal di atas sebelum anda melakukan kesilapan mengabungkan diri dengan musuh ALlah (kumpulan syiah) yang mendakwa mereka berjihad untuk agama Allah sedangkan hakikatnya anda tersalah masuk kumpulan.

Kenali dahulu kepada siapakah harus anda memberikan ketaatan dan sokongan untuk bersama mereka mendapatkan syurga Allah swt.

Segala puji hanyalah bagi Allah swt.

(Buat makluman, saudara tidak memiliki sebarang maklumat melainkan apa yang disampaikan oleh siaran dan rangkaian berita Al-Jazeera oleh itu sebarang usaha mengaitkan saudara dengan kumpulan militan dan pengganas (pada pandangan musuh Islam) akan menghadapi tindakan undang-undang).

Oleh ustaz Emran Ahmad, yeman

Penyunting/editor:HAR

15 January, 2009

Hukum berjihad ke atas Israel ialah Wajib

Para ulama Islam telah sepakat menyatakan bahawa hukum jihad ialah wajib ke atas umat Islam secara kewajipan setiap individu (Fardhu Ain) apabila musuh telah menyerang kaum Muslimin di sesuatu kawasan atau wilayah Islam.

Hukum fardhu Ain (wajib ke atas setiap individu) ini adalah terjatuh kepada penghuni wilayah Islam yang diserang tersebut untuk mempertahankannya dan menjadi hukum Fardhu Kifayah (kewajipan umum) ke atas umat Islam yang lain yang berada di luar wilayah tersebut.

(Seorang bapa yang kesedihan melihat jenazah 3 orang anak kecilnya yang terbunuh akibat serangan Israel dan kemudian anda masih berasa hairan sambil kaget sewaktu membaca perihal umat Islam yang meletupkan dirinya bersama musuh bagi membunuh Yahudi ? Anda mencemuh perbuatan mereka sambil donut dan karipap dalam mulut anda masih belum habis dikunyah sedang anda tidak mengalami penderitaan mereka -

SIAPA SEBENARNYA TERORIS ?

Bagaimanapun, sekiranya penghuni wilayah tidak memadai untuk menghadapi musuh, maka kewajipan meluas kepada kaum muslimin yang berdekatan dengan wilayah tersebut, dan seterusnya jika belum memadai juga, jihad menjadi fardu ain bagi yang berdekatan wilayah tersebut sehingga berikutnya sehingga tercapai kekuatan yang memadai untuk menewaskan musuh. Sekiranya belum memadai juga, maka jihad menjadi fardu ain bagi seluruh kaum muslimin di seluruh dunia.

Imam Dasuki (Mazhab Hanafi) berkata : "Di dalam menghadapi serangan musuh, setiap orang wajib melakukannya, termasuk perempuan, hamba sahaya dan anak- anak sekalipun tidak diberi izin oleh suami, wali dan orang yang berhutang.''

Di dalam kitab Bulghatul Masalik li Aqrabil Masalik li Mazhab Imam Malik menyebut : "...Dan jihad ini hukumnya fardu ain jika Imam memerintahkanya, sehingga hukumnya sama dengan solat, puasa dan sebagainya. Kewajiban jihad sebagai fardu ain ini juga terjadi di sebabkan adanya serangan musuh terhadap salah satu wilayah Islam. Maka bagi sesiapa yang tinggal di wilayah tersebut, berkewajipan melaksanakan jihad, dan sekiranya orang-orang yang berada di sana dalam keadaan lemah maka barangsiapa yang tinggal berdekatan dengan wilayah tersebut berkewajipan untuk berjihad.

Imam Ar Ramli (Dari Mazhab Syafi'i) mengatakan : "Maka jika musuh telah masuk ke dalam suatu negeri kita dan jarak antara kita dengan musuh kurang daripada jarak qashar solat, maka penduduk negeri tersebut wajib mempertahankannya, walaupun orang-orang yang tidak dibebani kewajiban jihad seperti orang-orang fakir, anak-anak, hamba sahaya dan perempuan.

Umat Islam Sekitar Palestin Dibebani Hukum Jihad Secara Fardhu Ain

Sejak kerajaan Yahudi ditubuhkan pada 1948 dan penaklukan Israel secara haram ke atas bumi dan wilayah Umat Islam di Palestin maka hukum jihad telah jatuh ke atas setiap bahu umat Islam Palestin dan yang berada di sekitar mereka seperti Mesir, Syiria dan Jordan serta Lubnan.

Pada tahun 1947, PBB memutuskan untuk membahagi daerah Palestin. Keputusan ini ditentang keras oleh negara-negara Timur Tengah dan banyak negara Muslim. Menurut PBB, kaum Yahudi mendapat 55% dari seluruh wilayah tanah meskipun hanya merupakan 30% dari seluruh penduduk di daerah ini. Manakala Baitulmuqaddis, bandar suci Yahudi, Muslim dan Kristian, akan dijadikan bandar antarabangsa.

Israel yang ditubuhkan pada tanggal 14 Mei 1948 diserang oleh pakatan tentera Lubnan, Syria, Jordan, Mesir, Iraq dan negara Arab yang lain. Dalam peperangan ini, Israel berjaya mengalahkan tentera bersekutu Arab dan malah merampas lebih kurang 70% dari keluasan wilayah Palestin.

Umat Islam di Mesir, Jordan serta Syiria termasuk Lebenon (Lubnan) dibebani dengan hukum Jihad Individu (Fardhu Ain) bagi membebaskan Palestin daripada ancaman dan serangan Israel sejak sekian lama lagi malangnya disebabkan oleh perlembagaan Sekular yang didokongi oleh kerajaan terbabit telah menghalang mereka daripada mencampuri urusan Palestin disebabkan tidak mahu terlibat dengan sebarang sentimen agama sebaliknya hanya akan bertindak di atas semangat kebangsaan Arab atau kerana hak asasi manusia dan hanya mahu bertindak dengan menurut saluran yang disediakan barat iaitu melalui PBB atau sekadar memenuhi tanggungjawab yang termaktub di dalam ruang lingkup perjanjian kerajaan masing-masing.

Oleh yang demikian, umat Islam di Negara terbabit perlu melaksanakan kewajipan jihad mereka terhadap membebaskan Palestin dan sekiranya usaha ini tidak dapat dilaksanakan kerana mendapat sekatan daripada Pihak Pemerintah di Negara mereka maka menjadi kewajipan Fardhu Ain (Kewajipan individu) pula kepada setiap rakyat Negara terbabit yang muslim untuk mencarik dan mengoyakkan perlembagaan sekular mereka yang telah menghalang mereka daripada melaksanakan tuntutan jihad wajib bagi membebaskan Palestin daripada serangan Israel.
Hal ini di dasari kaedah di dalam Hukum Syarak iaitu : “Ma la Yatimmu wajib ila bihi Fahuwa Wajib.” (Apa yang diperlukan bagi menyempurnakan perkara yang wajib maka perkara itu juga menjadi wajib) – Lihat di dalam kitab Qawaid Fiqhiyah oleh Syeikh Dr Abd Karim Zaidan m/s 109.

Amaran terhadap mereka yang enggan melaksanakan kewajipan Jihad

Allah swt befirman yang bermaksud :

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ
شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ
لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُون

"Kamu diwajibkan berperang, sedang peperangan itu ialah perkara yang kamu benci; dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah Yang Mengetahui sedang kamu tidak mengetahuinya." (Surah Al-Baqarah:216)

Di dalam sebuah hadis, baginda rasulullah pernah bersabda yang bermaksud : "Barangsiapa yang mati sedangkan dia tidak pernah berperang, dan tidak tergerak hatinya untuk berperang, maka dia mati di atas satu cabang kemunafikan." (Hadis riwayat Muslim, Abu Daud, Nasa’ie, Ahmad, Abu Awanah serta Baihaqi)

Sabda rasulullah juga : "Sesiapa yang tidak berperang atau tidak membantu persiapan orang yang berperang, atau tidak menjaga keluarga orang yang berperang dengan baik, nescaya Allah timpakan kepadanya kegoncangan (musibah)." Yazid bin Abdu Rabbih berkata : "Di dalam hadis yang diriwayatkan ada perkataan "sebelum hari qiamat." (Hadis riwayat Abu Daud, Ibnu Majah, Darimi, Tabrani, Baihaqi dan Ibnu Asakir)

Hukum Jihad di Negara yang berjauhan dari Palestin

Tidak diragukan lagi bahawa kewajipan jihad ke atas Israel merupakan hukum wajib ke atas umat Islam yang tinggal berjauhan dengan Palestin namun tuntutan tersebut berbeza-beza ke atas setiap orang berdasarkan kemampuan dan situasi. Maka dalam hal ini berdasarkan kalam ulama’ adalah diyakini bahawa hukum berjihad ke atas Israel masih bertaraf Fardhu Kifayah (kewajipan secara umum) seperti halnya amalan wajib secara kifayah yang lain seperti Solat Jumaat, pengurusan Jenazah, solat berjemaah dan selainnya.

Namun begitu, sekiranya tiada sesiapa yang melaksanakan kewajipan ini daripada pihak yang dituntut maka seluruh umat Islam yang terlibat adalah berdosa. Maksudnya hukum berjihad melawan Israel ialah wajib ke atas seluruh umat Islam di Malaysia secara Fardhu Kifayah dan sekiranya tiada sesiapa pun daripada umat Islam di Malaysia yang melaksanakan kewajipan ini dengan mengirim bantuan baik berupa kewangan, senjata dan tentera (askar) ke Palestin bagi menahan dan membalas serangan Israel maka seluruh umat Islam di Malaysia dibebani dosa yang amat besar.

Menjadi tanggungjawab kerajaan dan pihak pemerintah untuk melaksanakan kewajipan Fardhu Kifayah ini untuk membebaskan umat Islam Malaysia daripada dibebani dosa dan oleh yang demikian sejumlah bantuan askar, kewangan dan senjata perlu dibekalkan sebagai bantuan kepada umat Islam di Palestin dan membantu mereka melawan dan menahan musuh Islam iaitu Israel.

Perlu diingat usaha ini hendaklah dilakukan atas nama agama (Melaksanakan Syiar Islam) dan bukannya di atas alasan dan niat lain seperti semangat kebangsaan, sokongan kemanusiaan dan alasan keamanan dan kononnya untuk menyokong usaha PBB dan sebagainya. Ini kerana tanpa dilakukan usaha pengiriman bantuan ini di atas nama agama Islam, tidak diniatkan atas nama jihad maka bantuan yang dihulurkan adalah sia-sia dan kewajipan Fardhu Kifayah masih tetap belum tertunai dan terangkat daripada bahu umat Islam di Malaysia.

Rasulullah pernah bersabda yang bermaksud : “Sesungguhnya setiap amal perbuatan itu dilakukan dengan niat dan bagi setiap perkara itu dinilai berdasarkan apa yang diniatkan.” (Hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim)

Sekali lagi perlu dinasihatkan kepada pihak pemerintah, sekiranya usaha jihad berupa Fardhu Kifayah ini tidak dapat tertegak di atas alasan kononnya terikat dengan perjanjian antarabangsa, enggan menonjolkan semangat keagamaan dan cuba mahu menyorokkan syiar Islam dengan alasan menghormati Semangat Sekular yang ditanamkan oleh Penjajah British ke dalam Negara ini maka menjadi kewajipan pula kepada rakyat yang beragama Islam di dalam Negara ini untuk menjatuhkan kerajaan, menggugurkan pemerintah dan melakukan perubahan ke atas kuasa politik di Negara ini bagi membolehkan sebuah pemerintahan baru ditegakkan yang akan dapat menunaikan kewajipan Fardhu Kifayah bagi mengirimkan bantuan dan usaha jihad ke atas umat Islam Palestin.
Sabda rasulullah yang bermaksud : “ Apabila aku memerintahkan kamu dengan sesuatu arahan maka hendaklah kamu mengusahakannya semampu kamu.” (hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim no. 3199)

Di bawah bendera apakah umat Islam dapat berjihad ?Jihad melibatkan darah dan nyawa, ianya bukanlah sesuatu yang dilakukan sekadar suka-suka sebaliknya memerlukan kepada perancangan rapi dan keyakinan yang tinggi. Justeru satu soalan penting amat perlu dikemukakan oleh setiap watak yang berakal sebelum memulakan pengembaraan ke medan jihad iaitu di bawah bendera apakah dia akan berjihad ?
Sejak zaman permulaan Islam lagi sejarah telah menunjukkan penyelewengan berlaku terhadap umat Islam disebabkan oleh sifat ghulu (melampau) dan mengakibatkan perpecahan yang banyak kerana wujud golongan yang menyimpang daripada ajaran Islam yang dibawa oleh rasulullah dan menjadikan jihad sebagai satu usaha mengembangkan fahaman sesat mereka.
Termasuk kumpulan yang sesat dan ditolak oleh ulama Islam ialah Syiah. Keterangan lanjut boleh didapatkan daripada buku Penjelasan Terhadap Fahaman Syiah yang diterbitkan oleh JAKIM pada tahun 1996. Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Kebangsaan Malaysia mewartakan fahaman Syiah dikategorikan sebagai ajaran sesat pada 5 Mei 1996.
Jihad merupakan usaha menegakkan agama Islam dan membela umat Islam daripada kezaliman dan kewajipan jihad jelas termaktub di dalam Al-Quran dan As-Sunnah. Oleh yang demikian, perjuangan jihad hanya diiktiraf sekiranya golongan yang melaksanakan jihad ini benar-benar melaksanakannya dengan berpandukan kepada kitab Al-Quran dan As-Sunnah.
Mereka yang berjihad dengan berpandukan kepada Al-Quran dan As-Sunnah dan mengibarkan bendera Al-Quran dan As-Sunnah inilah yang wajib disertai oleh umat Islam di dalam usaha menegakkan jihad ke atas Israel dan musuh Islam. Fahaman Ahlul Sunnah Wal Jamaah (disebut sebagai Sunni atau digelar sebagai nasibi oleh puak Syiah) sahaja yang beraqidah, bertauhid dan beriman dengan Allah dan rasul menurut kefahaman yang diajari oleh rasulullah dan para sahabatnya serta kefahaman ini terpelihara daripada penyelewengan dan kesesatan.
Berdalilkan kepada hadis riwayat Ibnu Umar yang bermaksud : “ Sesungguhnya umat bani Israel berpecah kepada 72 golongan dan umatku pula akan berpecah kepada 73 golongan dan kesemuanya akan berada di dalam neraka kecuali satu golongan.” Maka para sahabat bertanya siapakah golongan yang terselamat wahai rasulullah ? Maka baginda menjawab : “Golongan yang aku dan sahabatku berada di dalamnya.” (Hadis Hasan, riwayat Tirmidzi no. 26, Hakim dan lain-lain)
Kita semua mengetahui para sahabat memahami agama dengan berpandukan kepada Al-Quran dan As-Sunnah serta mewariskan kefahaman agama mereka kepada anak-anak mereka (tabien) dan seterusnya para ulama’ Ahlul Sunnah Wal jamaah yang mewarisi kefahaman agama ini daripada rasul dan sahabat melalui rujukan Al-Quran dan As-Sunnah.
Firman Allah swt yang bermaksud :
فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُم بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا
"Oleh itu, janganlah engkau (wahai Muhammad) menurut kehendak orang kafir, dan berjuanglah dengan Al-Qur'an dengan perjuangan yang besar. " (Surah Al Furqaan:52)
Maka jawapan kepada persoalan di bawah bendera apakah sewajarnya umat Islam berjihad ialah satu sahaja iaitu bendera tauhid (Aqidah) yang menjadikan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai dasar dan rujukan.
Kesimpulannya setiap umat Islam wajib memastikan dia berada di bawah bendera yang benar dan didasari oleh Al-Quran dan As-sunnah serta menepati ajaran Islam yang dibawa oleh rasul dan sahabat. Nyawa dan darah tidak harus digadaikan hanya semata-mata semangat dan keyakinan buta tanpa ilmu sehingga tersesat ke dalam neraka akibat kejahilan dan godaan syaitan.
Wallahualam.

(Ditulis oleh Ustaz Emran Ahmad, Yeman) Reka-bentuk: HAR

TAMBAHAN OLEH HUSSAINI ABDUL RAHMAN

Allahummansuri Mujadihidin fil Falestine!!!

Oh umat islam di seluruh dunia….Sedarlah…Bangkitlah….Apakah kita hanya akan menyesali apabila palestine itu sudah lenyap di dunia ini. Adakah kita hanya akan berkata “dulu di tempat itu ialah palestine!!”.

Dapatkah kita melelapkan mata sebab terbayang kesusahan wanita dan anak-anak kecil yang hanya mengharap ihsan Illahi untuk memanjangkan nyawa mereka dan terus terselamat dari serangan ganas rejim Israel yang tiada perikemanusiaan itu.......

Apa peranan kita untuk membantu Palestin di atas kekejaman Israel?
Adakah kita hanya menghimpun rasa marah sahaja tanpa berbuat apa-apa apabila menonton TV atau membaca Utusan di pagi hari bila tibanya di pejabat? Apabila berlakunya tragedi dan episod serangan kejam pihak Zionis ini, banyak agensi kerjaaan dan NGo yang mengadakan pungutan derma. Adakah ini sahaja jalan atau cara yang boleh dan sentiasa dilakukan? Adakah cara ini akan berterusan sehingga bumi Palestin habis lanyak dirakus? Dimanakah Islam yang selama ini dipelihara dan persaudaraan dalam Islam sentiasa dilaung-laungkan?

Saya dpt ni melalui YM, kawan saya forwardkan:-UCAPAN PALESTIN KPD KITA:

"Jikalau kami gugur syahid, dan anda sekelian terus diam membisu dan hanya menyaksikan sahaja, nantikan hari pembalasan. Kami akan tuntut dari Allah di atas kelembapan anda semua. Kami tidak akan redha terhadap kelesuan dan kebisuan anda semua. Kami tidak akan memaafkannya..Doa orang yang teraniaya amat makbul "Ya Allah!! Sebagaimana Engkau Pernah menghantar burung-burung ababil menghancurkan tentera bergajah Musyrikin, maka kami memohon kepada mu Ya Allah....... . turunkan lah bantuan mu kali ini kepada orang orang Islam di GAZA, hancurkanlah rejim zionis..amin. .. Assalamu'alaikum, Please don't break or putuskan mail ni...keep on fowarding to ur friend insyallah, Allah aminkan doa kita

...Jom perbaiki diri dan memperbaiki orang lain...."

Amin

01 January, 2009

PENCEROBOHAN ISRAEL TERHADAP GHAZA

Palestin: Tanggungjawab Persaudaraan Dan Kemanusiaan
Disiarkan pada Jan 04, 2009 .

Pembunuhan ganas yang dilakukan oleh Yahudi Israel di Gaza, Palestin amat memilukan. Ia bukan sahaja mencabar perasaan persaudaraan Islam atau ukhuwwah islamiyyah kita, bahkan ia mencemar dan mengotori nilai kemanusiaan sejagat.

Ketika artikel ini ditulis sudah hampir 400 rakyat Gaza yang dibunuh kejam. Di mana Amerika yang kononnya berjuang memerangi pengganas? Pelindung Israel tersebut pantang ada kegiatan yang dianggap ganas yang dilakukan mereka yang mendakwa muslim terus sahaja dia akan besar-besarkan dan tindakan memeranginya secara membabi buta akan dilancarkannya.
Namun setiap kali Israel melakukan keganasan, dialah yang akan mempertahankannya. Tidak jika Amerika itu digelar syaitan. Bahkan ketika Gaza diserang ganas oleh Israel ketika ini, Bush mengistiharkan HAMAS itulah pengganas. Malanglah umat Islam jika masih ingin mengharapkan dari Amerika.

Demokrasi yang kononnya hendak dijuarai oleh Amerika di dunia Arab hanyalah permainan politik semata. Umpamanya Mesir, sekalipun tampuk kuasa yang ada pada hari ini meminggirkan demokrasi dan mengkhianatinya, namun tampuk tersebut terus dipertahankan oleh Amerika disebabkan berbagai kepentingannya.

Antaranya, Mesirlah pada hari ini yang menghalang kemasukan bantuan melalui sempadannya dengan Palestin. Sukar bagi syaitan berwatak malaikat. Saya tidak pasti dengan lobi Yahudi yang kuat dalam politik Amerika, apakah Obama akan mampu berbuat sesuatu?

Beberapa hari saya menyertai demontrasi membantah kekejaman Israel di hadapan Kedutaan Israel di London. Bersama saya Saudara Maszlee Malik yang sedang menyiapkan Ph.D di sini. Beliau banyak menulis dan membabitkan diri dalam isu-isu Palestin. Juga Saudara Wan Saiful Wan Jan, orang melayu yang aktif dalam politik British dan menjadi calon Parti Liberal Konservatif di UK ini.

Ramai yang menyertainya. Bukan sahaja orang Islam dan Arab, turut sertai juga mereka yang bukan muslim yang terdiri daripada ‘orang putih dan tidak putih’ UK ini. Dato’ Seri Shahidan Kassim yang sekali lagi datang ke London juga turut hadir.

Selama seminggu demonstasi berjalan di London. Bukan sahaja di hadapan Kedutaan Israel, orang ramai turut berdemontrasi di hadapan Kedutaan Mesir kerana negara tersebut menutup sempadannya untuk bekalan makanan dan ubatan disalurkan kepada rakyat Palestin.
Hari Sabtu (hari artikel ini ditulis) demontrasi besar di seluruh London akan diadakan. Bantahan dibuat untuk menyelamatkan rakyat Palestin. Ia melepasi batasan kepuakan atau kepartian yang sempit. Jika sesiapa yang hendak membantah Israel pun masih nak kempen parti, ternyata otaknya sama dengan Israel.

Demonstrasi sebegini, mempunyai peranannya yang tersendiri. Saya juga mengharapkan umat Islam dan masyarakat dunia mengadakannya. Ya, bagi umat Islam sepatutnya tugasan kita lebih besar daripada sekadar tunjuk perasaan. Kita diwajibkan membantu saudara seislam kita yang ditindas atau dikejami dengan harta dan nyawa kita.

Firman Allah: (maksudnya)

“Dan apakah yang menghalang kamu (maka kamu) tidak mahu berperang pada jalan Allah dan (untuk menyelamatkan) orang-orang yang tertindas yang terdiri daripada kaum lelaki, perempuan dan kanak-kanak, iaitu mereka yang selalu (berdoa dengan) berkata: “Wahai Tuhan kami! keluarkanlah kami dari negeri ini, yang penduduknya zalim, dan jadikanlah bagi kami daripada pihakMu seorang pemimpin yang mengawal (keselamatan kami), dan jadikanlah bagi kami dari pihakMu seorang pemimpin yang membela kami (dari ancaman musuh). Orang-orang yang beriman, berperang pada jalan Allah; dan orang-orang yang kafir pula berperang pada jalan taghut (pelampau). Oleh sebab itu, perangilah kamu akan pengikut-pengikut syaitan itu, kerana sesungguhnya tipu daya Syaitan itu adalah lemah”. (Surah al-Nisa, ayat 75-76).

Berdasarkan ini, kata al-Imam al-Jasas (wafat 370H):

“Adalah sesuatu yang diketahui umum bahawa telah menjadi iktikad seluruh kaum muslimin; apabila penduduk sesuatu negeri (kaum muslimin) dalam ketakutan dari serangan musuh, dan mereka tidak mampu menghadapinya merasa terancam negeri, nyawa dan kaum mereka, maka ketika itu wajib ke atas seluruh umat untuk keluar mempertahankan kaum muslimin dari serangan musuh. Ini adalah perkara yang tiada khilaf lagi di kalangan umat. Tiada sesiapa pun yang menyatakan harus dibiarkan ditumpahkan darah kaum muslimin” (Abu Bakr al-Jasas, Ahkam al-Quran, 4/312, Beirut: Dar Ihya al-Turath al-`Arabi).

Namun atas kekangan keadaan yang ada. Ramai para pemimpin umat Islam yang tunduk kepada kehendak Amerika, lalu mereka menjadi pelindung secara langsung atau tidak langsung kepada Israel. Lihat sahaja Mesir yang sanggup menutup sempadannya sehingga bantuan makanan dan ubatan tidak dapat sampai kepada rakyat Palestin, sehingga rakyat Palestin tidak dapat melepaskan diri kekejaman Israel.

Kita umat Islam menjadi umat yang tidak terdaya. Bukan sahaja bertindak, bahkan bersuara pun ramai yang takut. Tidak ramai pemimpin seperti Tun Mahathir Mohamad yang lantang dan berani untuk mengkritik dan berusaha membantah Amerika dan Israel. Ramai yang lain bergantung rahmat kepada Amerika. Bahkan bukan sedikit yang sedang ‘mengidam kerusi kuasa’ bertawakal harap dari Amerika.

Maka, di saat ini, sekurang-kurangnya demontrasi, atau apa sahaja bantahan yang tidak bercanggahan dengan Islam hendaklah dilakukan oleh umat Islam yang tidak berkemampuan. Demikian juga bantuan kewangan. Di Malaysia, sepatutnya mereka yang memegang tampuk-tampuk pentadbiran agama, sama ada yang berada di atas kerusi politik, atau istana perlu menjadi kelompok yang paling lantang membantah dan menghulurkan bantuan.
Saya terharu ketika berjumpa dengan sekumpulan wanita British yang tidak beragama Islam, mengikat serban Palestin di tengkok mereka dan memberitahu kami mereka akan mengambil cuti seminggu untuk menyertai bantahan terhadap Israel. Mereka mengedarkan risalah tentang kekejaman Israel.

Malanglah, jika yang mereka yang seperti ini membantah Israel, tetapi golongan yang diberikan amanah menjaga agama tenggelam dalam keempukan takhta dan membisu seribu bahasa. Di mana pula Majlis Fatwa Kebangsaan ketika ini? Tidak adakah fatwa tentang apakah kewajiban umat Islam dalam isu Palestin? Setelah berletihan dengan isu yoga dan pengkid, tidakkah mahu difikirkan isu Palestin pula?

Jika tidak, malanglah bagi umat Islam yang terdedah kepada dunia berita dan maklumat, tiba-tiba tidak mengambil endah tentang apa yang berlaku di Palestin dan tanggungjawab muslim membela saudara-mara kita kaum muslimin. Sabda Nabi s.a.w:

“Bandingan orang-orang mukmin dalam kasih-sayang, kesian dan simpati sama seperti satu jasad. Apabila satu anggota merasa sakit, maka seluruh angota lain turut berjaga malam dan demam” (Riwayat Muslim)

Islam bersikap adil. Islam tidak pernah menyatakan setiap mereka yang tidak menganut Islam itu adalah musuh Islam. Demonstrasi di seluruh dunia pada hari ini turut dilakukan oleh mereka yang bukan Islam. Islam hanya bermusuh dengan mereka yang melancarkan permusuhan dan kezaliman kepada umat Islam. Samada permusuhan itu atas kebencian kepada agama ini, atau atas sikap yang ingin menzalimi orang lain.

Kemudian, Islam tidak menerima dan membantah kezaliman di mana sahaja ia dilakukan. Samada ke atas muslim atau bukan muslim, samada kepada insan atau binatang dan alam. Kita membantah kekejaman ke atas saudara seakidah kita di Palestin atas nama Islam dan kemanusiaan. Orang lain membantah atas dasar kemanusiaan.

Jika mereka yang bukan Islam dizalimi, kita tetap akan membantah atas dasar Islam dan kemanusiaan. Ini kerana prinsip Islam merangkumi prinsip kemanusiaan sejagat. Namun jika ada yang langsung tidak membantah, maka dia tiada prinsip Islam dan prinsip kemanusiaan.

Dr Mohd Asri Zainal Abidin .Petikan dari Minda Tajdid.