Al Birr iaitu kebaikan, berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam (artinya) :"Al Birr adalah baik-nya akhlaq". (Diriwayatkan oleh Muslim)
ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Al Birr iaitu kebaikan, berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam (artinya) :
Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.” إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن
يَشَاء وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيدًا
"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu, dan akan mengampunkan yang lain daripada kesalahan itu bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya; dan sesiapa yang mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang sejauh-jauhnya." (Surah An-Nisaa': 116)
Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman:
حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
"Maka sesungguhnya Allah haramkan kepadanya Syurga, dan tempat kembalinya ialah neraka; dan tiadalah seorang penolong pun bagi orang yang berlaku zalim." ( Surah Maidah: 72)
Dan di antara perbuatan kemusyrikan tersebut adalah ; meminta do’a dan pertolongan kepada orang- orang yang telah mati, bernadzar dan menyembelih korban untuk mereka.
Kedua:
Menjadikan sesuatu sebagai perantara antara dirinya dengan Allah (Subhanahu wa Ta’ala), meminta do’a dan syafaat serta bertawakkal ( berserah diri ) kepada perantara tersebut.
Orang yang melakukan hal itu, menurut ijma’ ulama ( kesepakatan) para ulama, adalah kafir.
Ketiga :
Tidak menganggap kafir orang-orang musyrik, atau ragu atas kekafiran mereka, atau membenarkan konsep mereka. Orang yang demikian ini adalah kafir.
Keempat:
Berkeyakinan bahwa tuntunan selain tuntunan Nabi Muhammad (Shalallahu 'alaihi Wassalam) lebih sempurna, atau berkeyakinan bahwa hukum selain dari beliau lebih baik, seperti ; mereka yang mengutamakan aturan - aturan thaghut (aturan – aturan manusia yang melampaui batas serta menyimpang dari hukum Allah ), dan mengesampingkan hukum Rasulullah (Shalallahu 'alaihi Wassalam) , maka orang yang berkeyakinan demikian adalah kafir.
Kelima :
Membenci sesuatu yang telah ditetapkan oleh Rasulullah (Shalallahu 'alaihi Wassalam), meskipun ia sendiri mengamalkannya. Orang yang sedemikian ini adalah kafir. Karena Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah berfirman :
ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ
"Demikian itu kerana sesungguhnya mereka tidak menyukai apa yang diturunkan oleh Allah, lalu Allah menggugurkan amal-amal mereka. " (Surah Muhammad: 9)
Keenam:
Memperolok–olok sesuatu dari ajaran Rasulullah (Shalallahu 'alaihi Wassalam), atau memperolok – olok pahala maupun siksaan yang telah menjadi ketetapan agama Allah (Subhanahu wa Ta’ala), maka orang yang demikian menjadi kafir, karena Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah berfirman :
وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللّهِ
وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِؤُونَ
Dan jika engkau bertanya kepada mereka, tentulah mereka akan menjawab: Sesungguhnya kami hanyalah berbual dan bermain-main.Katakanlah: Patutkah nama Allah dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu perolok-olokkan? (Surah At-Taubah: 65)
لاَ تَعْتَذِرُواْ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن طَآئِفَةٍ
مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَآئِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُواْ مُجْرِمِينَ
Janganlah kamu berdalih, kerana sesungguhnya kamu telah kufur sesudah kamu beriman. Jika Kami maafkan segolongan dari kamu, maka Kami akan menyeksa puak yang lain, kerana mereka adalah orang yang terus bersalah. (Surah At-Taubah: 66)
Ketujuh :
Sihir di antaranya adalah ilmu guna-guna yang merubah kecintaan seorang suami terhadap isterinya menjadi kebencian, atau yang menjadikan seseorang mencintai orang lain, atau sesuatu yang di bencinya dengan cara syaitani dan orang yang melakukan hal itu adalah kafir, karena Allah (Subhanahu wa Ta’ala) telah berfirman :
وَلَكِنَّ الشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ
"Akan tetapi syaitan itulah yang kafir; kerana merekalah yang mengajarkan manusia ilmu sihir dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat" (Surah Al Baqarah: 102)
Kelapan:
Membantu dan menolong orang – orang musyrik untuk memusuhi kaum muslimin. Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى
أَوْلِيَاء بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ
مِنْهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
"Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman, kerana setengah mereka menjadi teman kepada setengahnya yang lain; dan sesiapa di antara kamu yang menjadikan mereka temannya, maka sesungguhnya ia adalah dari golongan mereka itu. Sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada kamu yang berlaku zalim." (surah Maidah: 51)
Kesembilan:
Berkeyakinan bahwa sebagian manusia diperbolehkan tidak mengikuti syari’at Nabi Muhammad (Shalallahu 'alaihi Wassalam) , maka yang berkeyakinan seperti ini adalah kafir.
Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman :
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Dan sesiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka tidak akan diterima daripadanya, dan ia pada hari Akhirat kelak dari orang yang rugi. (Surah Ali-"Imran: 85)
Kesepuluh :
Berpaling dari ِِAgama Allah (Subhanahu wa Ta’ala); dengan tanpa mempelajari dan tanpa melaksanakan ajarannya.
Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman :
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا
مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنتَقِمُونَ
"Dan tidaklah ada yang lebih zalim daripada orang yang diberi ingat dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya, sesungguhnya Kami tetap membalas orang yang tidak berdosa (apa lagi orang yang zalim).( Surah As-Sajdah: 22)
Termasuk dalam nomor empat :
Orang yang berkeyakinan bahawa aturan- aturan dan perundang – undangan yang diciptakan manusia lebih utama dari pada syariat Islam, atau bahwa syariat Islam tidak tepat untuk diterapkan pada abad ke dua puluh ini, atau berkeyakinan bahwa Islam adalah sebab kemunduran kaum muslimin, atau berkeyakinan bahwa Islam itu terbatas dalam mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya saja, dan tidak mengatur urusan kehidupan yang lain.
Juga orang yang berpendapat bahwa melaksanakan hukum Allah Ta'ala dan memotong tangan pencuri, atau merajam pelaku zina ( muhsan) yang telah kawin tidak sesuai lagi di masa kini.
Demikian juga orang yang berkeyakinan diperbolehkannya pengetrapan hukum selain hukum Allah (Subhanahu wa Ta’ala) dalam segi mu’amalat syar’iyyah, seperti perdagangan, sewa menyewa, pinjam meminjam, dan lain sebagainya, atau dalam menentukan hukum pidana, atau lain-lainnya, sekalipun tidak disertai dangan keyakinan bahwa hukum- hukum tersebut lebih utama dari pada syariat Islam.
Karena dengan demikian ia telah menghalalkan apa yang telah diharamkan oleh Allah (Subhanahu wa Ta’ala) , menurut kesepakatan para ulama’. Sedangkan setiap orang yang telah menghalalkan apa yang sudah jelas dan tegas diharamkan oleh Allah (Subhanahu wa Ta’ala) dalam agama, seperti zina, minum arak, riba dan penggunaan perundang- undangan selain Syariat Allah (Subhanahu wa Ta’ala), maka ia adalah kafir, merurut kesepakatan para umat Islam.
Kami mohon kepada Allah (Subhanahu wa Ta’ala) agar memberi taufiq kepada kita semua untuk setiap hal yang di readhai Nya, dan memberi petunjuk kepada kita dan kepada seluruh umat Islam jalannya yang lurus. Sesungguhnya Allah (Subhanahu wa Ta’ala) adalah Maha Mendengar dan maha Dekat. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad (Shalallahu 'alaihi Wassalam), kepada para keluarga dan para shahabat beliau.
(Dinukil dari kitab نواقض الإسلام oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz)
Edit/Penyunting: HAR
Kewajipan berjihad menentang israel dan kezaliman mereka serta memerangi musuh Islam seperti Amerika dan negara -negara kuffar ialah satu kewajipan yang wajib ke atas setiap individu umat islam tanpa perlu diperbincangkan lagi.Imam Ibnu Taimiyyah berkata : "Jika musuh hendak menyerang kaum muslimin, maka menolak musuh itu menjadi wajib atas semua orang yang menjadi sasaran musuh dan atas orang-orang yang tidak dijadikan sasaran mereka.
"Dan perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah, dan (sehingga) menjadilah agama itu seluruhnya (bebas) bagi Allah semata-mata.Kemudian jika mereka berhenti (dari kekufurannya), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat akan apa yang mereka kerjakan. " (Surah Al-Anfaal:39)
Menjadi kewajipan bagi setiap muslimin tua dan muda baik yang mampu atau tidak untuk keluar berjihad menentang musuh-musuh Allah dan menyerang kedudukan mereka, kekuatan mereka dan menghancurkan segala kemampuan mereka sehingga terhapus kezaliman mereka dan terbunuh semuanya musuh Allah dan tiadalah yang tertegak di muka bumi melainkan agama yang diredhai Allah iaitu Islam.
Ar Ramli (Dari Mazhab Syafi'i) mengatakan : "Maka jika musuh telah masuk kedalam suatu negeri kita dan jarak antara kita dengan musuh kurang daripada jarak qashar sholat, maka penduduk negeri tersebut wajib mempertahankannya, hatta (walaupun) orang-orang yang tidak dibebani kewajiban jihad seperti orang-orang fakir, anak-anak, hamba sahaya dan perempuan."
Ibnu Qudamah (dari Mazhab Hambali) mengatakan :"Jihad menjadi fardu 'ain didalam 3 keadaan:
a. Apabila kedua pasukan telah bertemu dan saling berhadapan.
b. Apabila orang kafir telah masuk (menyerang) suatu negeri (diantara negeri negeri Islam), Jihad menjadi fardu ain atas penduduknya untuk memerangi orang kafir tsb dan menolak mereka.
c. Apabila Imam telah memerintahkan perang kepada suatu kaum, maka kaum tsb wajib berangkat.
Hendaklah golongan ahlul sunnah wal jamaah dan mereka yang mengikuti Al-Qur'an dan sunnah menyedari bahawa telah jatuh hukum wajib berjihad dan tidaklah tertunai kewajipan jihad itu dengan berdemonstrasi dan menandatangani memorandum dan bantahan terhadap musuh-musuh Allah sebaliknya terlaksana jihad itu apabila mengangkat senjata dan membunuh musuh-musuh Allah dan menumpahkan darah mereka ke bumi Allah.
Sabda rasulullah : "Barangsiapa yang mati sedangkan ia tidak berperang, dan tidak tergerak hatinya untuk berperang, maka dia mati diatas satu cabang kemunafikan." (HR Muslim, Abu Daud, Nasai, Ahmad, Abu Awanah dan Baihaqi)
Sabda rasulullah lagi : "Sesiapa yang tidak berperang atau tidak membantu persiapan orang yang berperang, atau tidak menjaga keluarga orang yang hendak berperang dengan baik, nescaya Allah timpakan kepadanya kegoncangan." Yazid bin Abdu Rabbihi berkata : "Didalam hadith yang diriwayatkan ada perkataan "sebelum hari qiamat." (HR Abu Daud, Ibnu Majah, Darimi, Tabrani, Baihaqi dan Ibnu Asakir).
Firman Allah subhanahu wa Ta'ala:
لاَّ يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُوْلِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فَضَّلَ
اللّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً وَكُلاًّ وَعَدَ اللّهُ الْحُسْنَى وَفَضَّلَ اللّهُ
الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا
"Tidaklah sama keadaan orang yang duduk (tidak turut berperang) dari kalangan orang yang beriman selain daripada orang yang keuzuran dengan orang yang berjihad (berjuang) di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan orang yang berjuang dengan harta benda dan jiwa mereka atas orang yang tinggal duduk dengan kelebihan satu darjat. Dan tiap-tiap satu Allah menjanjikan dengan balasan yang baik (Syurga), dan dilebihkan Allah akan orang yang berjuang atas orang-orang yang tinggal duduk (tidak turut berperang dan tidak ada sesuatu uzur) dengan pahala yang amat besar." (Surah An-Nisaa':95)
Menentang musuh-musuh Allah khasnya Israel dan Amerika merupakan kewjaipan ke atas setiap umat Islam Malaysia dan ianya dilakukan dengan perjuangan bersenjata dan pertumpahan darah terhadap musuh Allah bukannya dengan berdemonstrasi dan menandatangani surat bantahan.
Sabda nabi Muhammad saw :
"Perangilah orang-orang musyrik itu dengan hartamu, diri dan lisanmu."(Abu Daud, An Nasa'i, Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim, Baihaqi, Baghawi dan Ibnu Asakir dari Anas ra)
Beliau bertanya lagi : "Apakah Jihad itu? Baginda menjawab: "Engkau perangi orang-orang kafir jika engkau menjumpai mereka dimedan perang." Dia bertanya lagi : "Jihad macam mana yang paling utama?" Baginda menjawab : "Sesiapa yang dilukai anggota badannya dan dialirkan darahnya." (HR Ahmad)
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
قَاتِلُواْ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلاَ بِالْيَوْمِ الآخِرِ وَلاَ يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللّهُ وَرَسُولُهُ وَلاَ يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ
مِنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُواْ الْجِزْيَةَ عَن يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ
"Perangilah orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dan tidak beragama dengan agama yang benar dari orang yang diberikan Kitab, sehingga mereka membayar Jizyah dengan taat dan merendah diri." (Surah At-Taubah:29)

Marilah berjihad menentang musuh-musuh Allah dan bersama dengan kelompok mujahidin dan pembela agamanya dari kalangan ahlul sunnah wal jamaah dan jauhilah dari firqah-firqah sesat dan menetaplah diri bersama kumpulan salaf soleh yang berpegang teguh kepada Allah dan rasul dengan pertunjuk yang selamat dan manhaj yang terpelihara.
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا
بِالآخِرَةِ وَمَن يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَيُقْتَلْ أَو يَغْلِبْ
فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
Kepada sesiapa yang ingin berjihad menentang Israel dan Amerika dia boleh melakukannya ketika waktu ini dengan tanpa memerlukan izin pemerintah, tanpa memerlukan izin ibubapa dan tanpa memerlukan izin daripada walinya dan bahkan dia boleh melakukan musafir secara sembunyi dan menuju ke tempat-tempat wujudnya musuh-musuh Allah dengan bekalan zakat dari umat Islam.
Cumanya adalah dinasihatkan merujuk kepada fatwa ulama setempat dan merujuk serta mendapatkan maklumat sebenar tentang peranan yang boleh dimainkan dan apakah kewajaran yang perlu dilakukan sebelum melakukan musafir secara membuta tuli tanpa persiapan.

Oleh itu sebelum berangkat ke medan jihad pastikan anda telah dengan semua hal di atas sebelum anda melakukan kesilapan mengabungkan diri dengan musuh ALlah (kumpulan syiah) yang mendakwa mereka berjihad untuk agama Allah sedangkan hakikatnya anda tersalah masuk kumpulan.
Kenali dahulu kepada siapakah harus anda memberikan ketaatan dan sokongan untuk bersama mereka mendapatkan syurga Allah swt.
Segala puji hanyalah bagi Allah swt.
(Buat makluman, saudara tidak memiliki sebarang maklumat melainkan apa yang disampaikan oleh siaran dan rangkaian berita Al-Jazeera oleh itu sebarang usaha mengaitkan saudara dengan kumpulan militan dan pengganas (pada pandangan musuh Islam) akan menghadapi tindakan undang-undang).
Oleh ustaz Emran Ahmad, yeman
Penyunting/editor:HAR
Para ulama Islam telah sepakat menyatakan bahawa hukum jihad ialah wajib ke atas umat Islam secara kewajipan setiap individu (Fardhu Ain) apabila musuh telah menyerang kaum Muslimin di sesuatu kawasan atau wilayah Islam.
Imam Ar Ramli (Dari Mazhab Syafi'i) mengatakan : "Maka jika musuh telah masuk ke dalam suatu negeri kita dan jarak antara kita dengan musuh kurang daripada jarak qashar solat, maka penduduk negeri tersebut wajib mempertahankannya, walaupun orang-orang yang tidak dibebani kewajiban jihad seperti orang-orang fakir, anak-anak, hamba sahaya dan perempuan.
Umat Islam Sekitar Palestin Dibebani Hukum Jihad Secara Fardhu Ain
Sejak kerajaan Yahudi ditubuhkan pada 1948 dan penaklukan Israel secara haram ke atas bumi dan wilayah Umat Islam di Palestin maka hukum jihad telah jatuh ke atas setiap bahu umat Islam Palestin dan yang berada di sekitar mereka seperti Mesir, Syiria dan Jordan serta Lubnan."Kamu diwajibkan berperang, sedang peperangan itu ialah perkara yang kamu benci; dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah Yang Mengetahui sedang kamu tidak mengetahuinya." (Surah Al-Baqarah:216)
Di dalam sebuah hadis, baginda rasulullah pernah bersabda yang bermaksud : "Barangsiapa yang mati sedangkan dia tidak pernah berperang, dan tidak tergerak hatinya untuk berperang, maka dia mati di atas satu cabang kemunafikan." (Hadis riwayat Muslim, Abu Daud, Nasa’ie, Ahmad, Abu Awanah serta Baihaqi)
Sabda rasulullah juga : "Sesiapa yang tidak berperang atau tidak membantu persiapan orang yang berperang, atau tidak menjaga keluarga orang yang berperang dengan baik, nescaya Allah timpakan kepadanya kegoncangan (musibah)." Yazid bin Abdu Rabbih berkata : "Di dalam hadis yang diriwayatkan ada perkataan "sebelum hari qiamat." (Hadis riwayat Abu Daud, Ibnu Majah, Darimi, Tabrani, Baihaqi dan Ibnu Asakir)
Hukum Jihad di Negara yang berjauhan dari Palestin
Tidak diragukan lagi bahawa kewajipan jihad ke atas Israel merupakan hukum wajib ke atas umat Islam yang tinggal berjauhan dengan Palestin namun tuntutan tersebut berbeza-beza ke atas setiap orang berdasarkan kemampuan dan situasi. Maka dalam hal ini berdasarkan kalam ulama’ adalah diyakini bahawa hukum berjihad ke atas Israel masih bertaraf Fardhu Kifayah (kewajipan secara umum) seperti halnya amalan wajib secara kifayah yang lain seperti Solat Jumaat, pengurusan Jenazah, solat berjemaah dan selainnya.
Namun begitu, sekiranya tiada sesiapa yang melaksanakan kewajipan ini daripada pihak yang dituntut maka seluruh umat Islam yang terlibat adalah berdosa. Maksudnya hukum berjihad melawan Israel ialah wajib ke atas seluruh umat Islam di Malaysia secara Fardhu Kifayah dan sekiranya tiada sesiapa pun daripada umat Islam di Malaysia yang melaksanakan kewajipan ini dengan mengirim bantuan baik berupa kewangan, senjata dan tentera (askar) ke Palestin bagi menahan dan membalas serangan Israel maka seluruh umat Islam di Malaysia dibebani dosa yang amat besar.
Menjadi tanggungjawab kerajaan dan pihak pemerintah untuk melaksanakan kewajipan Fardhu Kifayah ini untuk membebaskan umat Islam Malaysia daripada dibebani dosa dan oleh yang demikian sejumlah bantuan askar, kewangan dan senjata perlu dibekalkan sebagai bantuan kepada umat Islam di Palestin dan membantu mereka melawan dan menahan musuh Islam iaitu Israel.
Perlu diingat usaha ini hendaklah dilakukan atas nama agama (Melaksanakan Syiar Islam) dan bukannya di atas alasan dan niat lain seperti semangat kebangsaan, sokongan kemanusiaan dan alasan keamanan dan kononnya untuk menyokong usaha PBB dan sebagainya. Ini kerana tanpa dilakukan usaha pengiriman bantuan ini di atas nama agama Islam, tidak diniatkan atas nama jihad maka bantuan yang dihulurkan adalah sia-sia dan kewajipan Fardhu Kifayah masih tetap belum tertunai dan terangkat daripada bahu umat Islam di Malaysia.
Rasulullah pernah bersabda yang bermaksud : “Sesungguhnya setiap amal perbuatan itu dilakukan dengan niat dan bagi setiap perkara itu dinilai berdasarkan apa yang diniatkan.” (Hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim)
(Ditulis oleh Ustaz Emran Ahmad, Yeman) Reka-bentuk: HAR
TAMBAHAN OLEH HUSSAINI ABDUL RAHMAN
Allahummansuri Mujadihidin fil Falestine!!!
Oh umat islam di seluruh dunia….Sedarlah…Bangkitlah….Apakah kita hanya akan menyesali apabila palestine itu sudah lenyap di dunia ini. Adakah kita hanya akan berkata “dulu di tempat itu ialah palestine!!”.
Dapatkah kita melelapkan mata sebab terbayang kesusahan wanita dan anak-anak kecil yang hanya mengharap ihsan Illahi untuk memanjangkan nyawa mereka dan terus terselamat dari serangan ganas rejim Israel yang tiada perikemanusiaan itu.......
Apa peranan kita untuk membantu Palestin di atas kekejaman Israel?
Adakah kita hanya menghimpun rasa marah sahaja tanpa berbuat apa-apa apabila menonton TV atau membaca Utusan di pagi hari bila tibanya di pejabat? Apabila berlakunya tragedi dan episod serangan kejam pihak Zionis ini, banyak agensi kerjaaan dan NGo yang mengadakan pungutan derma. Adakah ini sahaja jalan atau cara yang boleh dan sentiasa dilakukan? Adakah cara ini akan berterusan sehingga bumi Palestin habis lanyak dirakus? Dimanakah Islam yang selama ini dipelihara dan persaudaraan dalam Islam sentiasa dilaung-laungkan?
Saya dpt ni melalui YM, kawan saya forwardkan:-UCAPAN PALESTIN KPD KITA:
"Jikalau kami gugur syahid, dan anda sekelian terus diam membisu dan hanya menyaksikan sahaja, nantikan hari pembalasan. Kami akan tuntut dari Allah di atas kelembapan anda semua. Kami tidak akan redha terhadap kelesuan dan kebisuan anda semua. Kami tidak akan memaafkannya..Doa orang yang teraniaya amat makbul "Ya Allah!! Sebagaimana Engkau Pernah menghantar burung-burung ababil menghancurkan tentera bergajah Musyrikin, maka kami memohon kepada mu Ya Allah....... . turunkan lah bantuan mu kali ini kepada orang orang Islam di GAZA, hancurkanlah rejim zionis..amin. .. Assalamu'alaikum, Please don't break or putuskan mail ni...keep on fowarding to ur friend insyallah, Allah aminkan doa kita
...Jom perbaiki diri dan memperbaiki orang lain...."
Amin